LIBURAN AKHIR TAHUN MISOOL RAJA AMPAT
S.Pelu

Desa Gamta Misool Raja Ampat, Papua Barat
Tahu nggak
sih wisata yang sangat diminati para pelancong di wilayah Sorong?, Pasti
jawaban kita sama, Raja Ampat. Kecantikan Raja Ampat sebagai destinasi wisata
sudah mendunia. Ada satu tempat di sana yang akan bikin jatuh cinta.
Salah satu pulau di Raja Ampat yang tersohor dengan keindahan alamnya yaitu Pulau Misool. Menempuh perjalanan selama 6 jam dari Sorong, Misool menyuguhkan pesona Landscape dan bawah lautnya yang begitu indah. Perasaan rindu tersengit seketika saat menulis cerita ini kembali, rindu nya yang membuat setengah mati akan keindahan panorama yang begitu cantik dan menggoda untuk di selami.
Salah satu pulau di Raja Ampat yang tersohor dengan keindahan alamnya yaitu Pulau Misool. Menempuh perjalanan selama 6 jam dari Sorong, Misool menyuguhkan pesona Landscape dan bawah lautnya yang begitu indah. Perasaan rindu tersengit seketika saat menulis cerita ini kembali, rindu nya yang membuat setengah mati akan keindahan panorama yang begitu cantik dan menggoda untuk di selami.
Yaa.. Objek
wisata Pantai Raja Ampat ini memang sangat diminati karena konon katanya
terdapat pulau-pulau kecil yang mengelilingi pantai-pantai yang ada di Raja
Amapat. Oke, saya akan menceritakan perjalanan saya bersama keluarga besar dari
untuk berwisata ke Raja Ampat saat kami berlibur pada Akhir tahun.
Pulau Misool
merupakan salah satu dari empat pulau besar di Kepulauan Raja Ampat. Luas
wilayahnya adalah 2.034 kilometer persegi. Daerah ini terletak di daerah Raja
Ampat dan berbatasan dengan Laut Seram. Daerah ini juga terletak di kepala
burung Papua Barat dan di antara Kota Sorong dan Pulau Seram. Dari Sorong ,
kita bisa menjelajahi Misool dengan berbagai macam pilihan, di antaranya ikut
tur dengan kapal pesiar, atau backpacking. Untuk pilihan backpacking, kita bisa
menggunakan KM. Fajar Indah yang berangkat setiap Jumat malam dan KM. Fajar
Baru setiap senin malam dari Pelabuhan Rakyat, Sorong. Biaya tiket
perjalanannya adalah 200 ribu rupiah per orang, jika ingin mendapatkan kamar,
biasanya ABK kapal menyewakan kamar seharga 300 ribu rupiah. Lama perjalanan
menuju pulau Misool kurang lebih delapan jam. Sesampainya di Pulau Misool kita
bisa sewa rumah penduduk lokal untuk melepas lelahnya perjalanan.
Misool
merupakan salah satu dari empat pulau terbesar yang ada di Raja Ampat. Menurut
cerita masyarakat lokal, dahulu jauh sebelum manusia mulai memadati pesisirnya,
terdapat tujuh butir telur yang ditemukan seorang wanita. Kemudian empat
diantaranya menetas menjadi seorang pangeran yang menduduki tahta di
masing-masing kepulauan besar di bagian kepala burung Papua Barat. Yaitu
Salawati, Waigeo, Batanta dan Misool yang kemudian dikenal dengan Empat Raja,
atau Raja Ampat.
Dari hasil
perbincangan saya dengan teman-taman yanga di misool desa Gamta Papua Barat,
Pulau Misool menyimpan segudang cerita. Persaudaraan yang begitu hangat terasa
di sana. Hubungan antara manusia dengan laut pun di sana begitu bijaksana.
Masyarakat Misool mempunyai tradisi budaya leluhur yang bernama bukasasi. Sasi
berasal dari kata Maluku yang artinya “larangan”. Adat sasi merupakan
kebudayaan Maluku yang sudah diwariskan oleh nenek moyang mereka selama
berabad-abad. Sasi adalah perintah larangan untuk mengambil hasil pertanian
maupun lautan. Biasanya pelarangan penangkapan hewan laut itu bisa mencapai 24
bulan.
Melihat
Misool membuat kita sadar, bahwa ada surga terlahir di tanah air kita ini. Saat
banyak yang berlomba berkunjung ke negeri tetangga, mengapa kita tidak coba
mendaratkan diri di Misool. Surga Misool bukan hanya bawah lautnya, tetapi juga
tanahnya Kamu tak akan pernah menyangka kalau Tuhan menciptakan setitik surga
di sini.
Tepat 24
Desember 2019 saya bersama sanak keluarga dia antara Mama Pa atau biasa di sapa
Mama Caca dan beberapa kerabat perempuan saya, Icha, Ulath, Yani dan Yuni
melakukan perjalanan menuju Misool Raja Ampat. Tepat di Misool Desa Gamta
kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Kami melukan perjalanan dengan Kapal Cepat
Ekspres Bahari 88, dengan Waktu selama 6 jam. Harga Kapal Cepat Hrganya 250
Ribu untuk umu, sedangkan untuk siswa maupun mahasiswa 100-150 ribu rupiah.
Selama perjlanan ada beberapa kampung-kampung kecil yang kita singgahi, yaitu
Kamung Pulo, Kampung Yellu dan kampung terakhir yaitu Fafanlap. dan tiba
saatnya kita sampai di dermaga Fafanlap Misool Raja Ampat, Papua Barat. Tak sampai di dermaga itu perjanan kita.
Setelah kami singgah di dermaga Fafanlap, kami harus melukakan perjalanan
selama 1 jam lagi ke tempat yang kami tuju yaitu, Misool Desa Gamta Kabupaten
Raja Ampat, Papua Barat. Misool menyajikan panorama spektakuler yang membuat
mata tak berkedip. Gugusan pulau-pulau karst di Misool juga tak kalah indah
dari Wayag. Bahkan tempatnya bisa dibilang lebih dekat dari Sorong.
Hari
Pertama di Desa Gamta Misool Raja Ampat, Papua Barat
Pada tanggal
25 itulah hari pertama kami memulai perjalanan panjang dari Desa Gamta Menuju
ke Spot-Spot yang ada pada Misool Raja Ampat, Papua Barat. Spot Pertama yang
kita tujui ialah Gowa Keramat. Letaknya 40 – 60 menit dari tempat tinggal. Di
sini ada sebuah makam keramat, dan tampak tulisan menyerupai lafaz Allah di
atas mulut gua. Di dalamnya terdapat makam keramat, dan laguna didalam gua,
bukan hanya itu terdapat kursi Raja di dalam goa keramat tersebut yang berada
pas di tengah Laguna yang berada dalam Goa tersebut. Airnya asin. Kita bisa
berenang di dalamnya. Jika ingin meneruskan sampai ke dalam, kita akan melihat
tanah datar dan sebuah danau. Salah satu destinasi menarik yang bisa dikunjungi
di Misool adalah Gua Keramat atau Goa Keramat yang berada di Teluk Tomolol.
Salah satu alasan mengapa Goa ini dinamakan Goa kramat adalah karena Goa ini
menjadi salah satu tempat yang Sakralkan Dan dikeramatkan oleh warga Setempat. Pastikan
bersama dengan pemandu lokal yang benar-benar tahu tempatnya, headlamp amat
disarankan, karena gelap.Betapa indah pemandangan yang memkau hati ketika masuk
dalam Goa keramat.



Setelah kami
melakukan perjalanan menuju Goa Keramat, kamipun melanjutkan ke spot yang
berikutnya puncak Love atau bahasa Misool nya itu Dafalen. Love Pool Dafalen
atau biasa disebut teluk Cinta atau Danau Cinta kecil merupakan sebuah tempat
wisata yang berupa puncak atau bukit dengan pemandangan teluk berupa lambang hati
atau cinta. Puncak Dafalen sendiri berada dikawasan Misool, Kabupaten Raja
Ampat, Provinsi Papua Barat.

Rasanya
wajib bagi siapa saja yang datang ke Misool untuk melihat langsung keindahan
Puncak Love Kecil dari atas bukit. Selama 30 menitan kita harus mendaki anak
tangga hingga menuju puncak Dafalen.
Selain
puncak Harfat tak kalah menariknya yaitu keindahan pasir putih yang ada di
misool Raja Ampat yakni pantai Namlol. Puas menikmati keindahan Raja Ampat Kami
pun mekimtai makan siang di pasir Putih ini sambil makan siang di pantai Namlol.
Hampir 1 jam lamannya menikmati Pasir putih Namlol Misol Raja Ampat, kami
kembali melanjutkan perjalanan menuji destinasi selanjutnya.


Menurutku Pantai Namlol merupakan salah satu pantai terbaik
di Misool Raja Ampat. Pantai ini memiliki pasir putih yang terbentang panjang
dan luas diantara teluk-teluk Atau Laguna. Deretan pohon hijau nampak
menyelaraskan pemandangan tepat berada di pantai yang terkenal karena air
lautnya yang biru. dan bebatuan yang indah yang berada di pantai namlol ini.
Deretan bebatuan Karst
dengan beragam bentuk yang unik juga ada di Misool loh. Nama Kawasan wisata bebatuan
ini biasa disebut Yepap oleh warga setempat. Ditempat ini juga banyak bebatuan
karang yang menjulang tinggi diatas permukaan air laut.

Selain pemandangan yang epik memadukan air laut yang bewarna
hijau toscha dengan bebatuan karst, kita juga bisa menikmati ketenangan laut
disekitarnya. Yepap memang cocok untuk dijadikan tempat berenang santai. Selain
tidak ada ombak, air disekitarnya juga tidak dalam.
Goa Air Tawar dan Air Asin
Keunikan dari tenpat ini ialah ada sebuag goa yang di mana
ada dua lubang atau goa yang membatasi antara air tawar dan air laut. Jarang sekali
pelancong yang sampai kesini. Untuk mencapai spot ini pelancong harus berjalan
dengan pemandu yang betul tau tempat ini.

Hari Kedua Misool Raja Ampat Papua Barat
Tanggal 26 Desember 2019 merupakan Hari kedua kita
melangkahkan kaki menuju Spot-spot yang indah Kepulauan Misool Raja Ampat Papua
Barat. Spot pertama yang kita datangi pada hari kedua yaitu
Balbuloll
Pantai
Balbulol ini berasal dari kata Balbul yaitu sejenis gurita sedangkan lol yaitu
berlimpah, yang konon katanyaa dahulu “Pantai Balbulol” ini terdapat banyak
gurita. Maka dari itu dinamakan Pantai Balbulol. Di Pantai Balbulol sendiri,
Karst – Karst nya yang besar dan sangat unik ini memiliki bentuk yang
menyerupai cone dan cristhmest tree. Tidak hanya itu, karst – karst yang
menjulang tinggi ini juga terlihat seperti melayang karena bagian bawah karst –
karst tersebut sedikit terkikis oleh air laut yang membuat kesan seperti
melayang. Di Pantai Balbulol ini kalian para travellas tidak perlu freedive
terlalu dalam karena di sekitaran karst – karst yang menjulang tinggi ini
sangat dangkal. Sehingga batu – batu koral warna-warni nan indah itu dapat
terlihat jelas. Ditambah lagi terdapat pasir putih yang menambah ciamik
keindahan bawah laut, bila dilihat dari atas laut seperti berwarna turquise !
Jadi kalo kalian ga nyebur rugi banget !



Setlah kami melakukan tour ke Babunlol kami melanjutkan
perjalanan menuju Batu Odong-odong. Kenapa di Namakan Batu odobg-odong, di
karenakan Batu yang berada di pulau Misool raja Ampat Ini bentuknya seperti
Bebek dan Kura-kura sehingga batu tersebut dinamakan batu odaong-odong.

Setelah kami melanjutkan perjalanan ke batu odong-odong,
kami pun melanjutkan perjalanan di Homstay Lalelkai.
Homstay lalelkai merupakan Penginapan yang ada di salah satu
Pulu yang ada di misool Raja Ampata Papua Barat. Selain penginapany juga kita
bisa melakukan snorkling di depan homstay tersebut.



Hari Berikutnya Air Terjun
Malol Desa Gamta
Selain wisata Laut, kita juga bisa menikmati Wisata Air
Terjun yang ada Pada Misool Raja Ampat Papua Barat.


Spot berikutnya Yaitu Batu
Susun


Sebelum
kembali ke homestay kami ingin menikmati senja di Batu Susun tapi semesta masih
belum mendukung, Nah itulah perjalananku selama di Misool yang serba indah.
Sebenarnya masih banyak destinasi indah lain yang belum dikunjungi. Next aku
benar-benar ingin menjelajah Misool kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar